Cabutlah ia…
Aku melagu
Dalam melodi bisu
Syair pilu sebuah rindu
Rindu…
Yang menjerat kalbu
Menembus hingga sel-sel darahku
Tatap pertama itu
Aku melihat cinta
Senyumnya yang tak kunjung enyah dari memoriku
Membuat pikirku, rasaku, ingatku, hanya padanya
Bukan mauku menyimpan rindu ini
Bukan itu yang ku ingin!
Bukan niatku menumbuhkan asmara ini
Bukan pula maksudku, Robb, mengkhianati cinta-Mu yang abadi
Salahkah aku?
Saat jiwa ini tergadaikan oleh pesonanya
Saat diri ini terpesona auranya?
Salahkah?
Sungguh ku merana disiksa rindu
Ini dosa, ku tahu!
Aku malu
Namun, Apa dayaku?
Terpikir dalam benakku
Ingin kembali pada masa lalu
Saat hanya ibu, bapak, yang ku cinta dan rindu
Bukan yang lain, yang masih semu
Ya Muqollibal Qulub
Ku mohon, jangan kau bimbangkan hati ini
hilangkan pedih perih atas siksa rindu
Ku tak mau,
Tak kuat menderita, merana, menahan amukan rasa yang maha dahsyat ini..
Cabutlah segala bisikan-bisikan rindu ini
Tsabbit qolbi ‘ala diinik wa ‘ala tho’atik
Biarlah, aku tak mendapat cintanya
Asal aku mendapat ridlo-Mu, Robb…