Rabu, 10 Oktober 2012

Tuhan Telah Memeluk Impianku



Terik mentari begitu menyengat. Aku mempercepat langkah, segera menaiki bus patas Surabaya-Malang. Kulihat seisi bus, sudah lumayan penuh. Jadi aku tak perlu menunggu lama. Aku memilih duduk di sisi jendela, tempat favoritku. Aku bisa bersandar, bisa bebas melihat jalan-jalan disampingku tanpa terhalang penumpang lain. Saat kupandang keluar Mrs. Eliza dan kedua anaknya masih tetap berdiri di luar, melambaikan tangannya, tersenyum padaku.
            “Reach your dream…”1, teriaknya yang terdengar samar-samar ditengah kebisingan penumpang dan beberapa penjual yang bersorak menyuarakan dagangannya. Aku hanya mengangguk dan membalas lambaian tangannya seraya tersenyum.