Sabtu, 31 Agustus 2013

Pernikahan

Waktu kecil, aku berpikir akan menikah di usia 25 tahun ke atas. Namun, saat aku mulai menyukai seseorang, rasanya aku sangat ingin segera menikah, lupa dengan target usia nikah waktu kecil. Apalagi melihat orang-orang yang nikah muda tetapi sukses, misalnya saja Ahmad Rifai Rifan, seorang penulis. Tetapi disisi lain jika melihat teman seusiaku menikah tetapi usia pernikahannya tak sampai setahun sudah berantakan, bercerai, jadi terselip rasa takut di hati. Semakin berpikir tentang nikah, aku sadar, bukan target usia yang penting, melainkan “kesiapan”. Siap menikah, siap menjalankan kewajiban sebagai istri dan ibu. Dan kesiapan tersebut tentu tak sesimple itu.
Pernikahan bukan sesuatu yang sepele. Pernikahan tak melulu bicara akan sastra selangkangan, reproduksi, berkasih-kasih suami istri. Menikah tak semata-mata menghalalkan dan meresmikan hubungan di mata agama maupun hukum. Menikah bukan sesuatu yang instan bak sulapan, sim salabim abra kadabra.

Jumat, 09 Agustus 2013

Diam bukan sebab tak berjodoh

Kata orang kau akan menyesal jika tidak pernah mengungkapkan perasaanmu pada si dia. Ah tapi aku tak peduli, karena seasik-asiknya menyukai seseorang memang dengan diam-diam. Tidak percayakah? Ya terserah, karena memang opini orang berbeda-beda. Yuk simak opiniku, J
Berkali-kali aku menyukai seseorang, dan berkali-kali itu kusembunyikan perasaanku. Anehnya orang-orang yang kusukai itu lebih tua dariku, sekitar 6 tahunan ke atas, kecuali 1 yang lebih muda dariku beberapa bulan, hehe :D
Kusadari, aku memang tipe-tipe wanita yang mudah menyukai lelaki, tetapi sebenarnya aku tidak mudah melupakan. Aku akan mulai bisa melupakan saat aku menemukan seseorang lainnya yang kusuka.