Bagaimana rasanya bila kamu di ikuti sahabat dari dunia lain?
Bagaimana rasanya bila dia senantiasa menemanimu saat kamu sendiri?.
Pertama aku tak yakin dengan keberadaannya. Masak sih di kota metropolitan Surabaya masih saja ada mas po cs, iya kalau di desaku, masih penuh kemistikan.
Berawal dari kos pertamaku, kesan pertama nyaman, kos ini memang tak begitu besar, hanya ada 5 kamar, ibu kosnya begitu ramah, kos termurah pula, siapa sih yang tak tertarik dengan kos ini. Awalnya aku sudah sangat yakin akan kos disini sampai lulus, 4 tahun. Tapi episode demi episode yang kulalui di kos ini mengubah rencanaku.
Tiap malam sabtu sampai minggu kos ini selalu sepi. Ya, kebetulan anak-anak kos ini rumahnya tak begitu jauh, tiap pekan mereka pasti pulkam, kecuali aku. Awalnya sangat kunikmati kesendirian ini, seperti begitu bebas, ya selama 5 hari dari tiap-tiap pekan jujur aku kurang merasa nyaman, kurang cocok dengan anak kos yang lain, kurang toleran, sedikit kasar, suka mencampuri urusanku, terkadang seenaknya sendiri, ah menyebalkanlah pokoknya.
Tiap malam sabtu sampai minggu kos ini selalu sepi. Ya, kebetulan anak-anak kos ini rumahnya tak begitu jauh, tiap pekan mereka pasti pulkam, kecuali aku. Awalnya sangat kunikmati kesendirian ini, seperti begitu bebas, ya selama 5 hari dari tiap-tiap pekan jujur aku kurang merasa nyaman, kurang cocok dengan anak kos yang lain, kurang toleran, sedikit kasar, suka mencampuri urusanku, terkadang seenaknya sendiri, ah menyebalkanlah pokoknya.
Teringat, waktu itu malam sabtu, seperti biasa aku sendiri. Tiba-tiba lampu di ruang TV mati. Tak ada feel apapun, kupikir ya mungkin lampunya sudah tua, minta ganti. Tapi karena memang sudah malam kubiarkan saja, tak berusaha mengganti dengan yang baru.
Malam esoknya, malam minggu, ruang Tv masih tetap gelap. Waktu itu aku mau ke toilet di lantai bawah. Ibu kos terperanjat melihatku.
''Mbak Lina barusan turun dari atas? Terus yang barusan juga keluar dari toilet siapa?'' terdengar sekali nada gemetar, khawatir, dari suara ibu kos.
Tapi ya seperti biasa aku cuek saja,
''Ah, ibu ini ada-ada saja, wong ya gak ada siapa-siapa, saya baru turun,''.. Simple saja aku menanggapinya.
Tapi ibukos malah melirik sekeliling, ''barusan ibu ngobrol sama yang di dalam toilet, ibu pikir mbak lina, ibu tadi tanya mbak berani apa gak sendiri, habis ini ibu mau keluar, nginap di kantor, tadi ada yang njawab iya gitu kok mbak lin''..
''Ibu, beneran saya dari atas, ibu berimajinasi terlalu tinggi nih, hehe..'' candaku.
Saat aku masuk toilet, aku terheran-heran sendiri saat melihat bak air kosong, padahal baru maghrib tadi kuisi penuh. Ini toilet khusus anak kos, nggak mungkin ibu kos atau anaknya yang nguras. Bocorkah? Kuperiksa semuanya, tapi baik-baik saja. Kulihat pipanya juga tertutup rapat. Tiba-tiba aku merinding. Bbbrrr, apa benar yang dikata ibukos tadi ada yang masuk toilet. Tapi, siapa? Ah, masa bodoh, kunyalakan air. Ku isi bak mandi itu hingga setengah penuh.
Aku kembali ke lantai atas, lagi-lagi untuk kedua kalinya dalam satu malam, bulu kudukku sontak berdiri. Lampu ruang tv nyala, siapa yang mngganti lampunya? Ku tengok ke bawah, ku panggil-panggil ibu kos tapi tak ada sahutan. Mungkin sudah keluar. Oh, aku tak tahu apa ini. Segera aku masuk kamar, tidur. Tapi aku tak kunjung tertidur. Sejarah dalam hidupku, malam pertama aku tak bisa tidur. Oh, ada apa ini. Tubuhku panas dingin. Tak sedikitpun aku buka selimutku. Entah, mengapa malam ini aku benar-benar ketakutan. Sungguh aku tersiksa. Tertidur-terjaga, tertidur sebentar, dan lagi-lagi terjaga. Anehnya di tiap aku tertidur selalu mimpiku hampir sama, berkali-kali ada beberapa orang yang menyalamiku. ''Senang bertemu denganmu..'', selalu itu yang diucapkan mereka. Ada gadis yang tampak lebih muda dariku, ada laki-laki yang sebaya denganku, tapi begitu dingin ekspresinya, ada pula ibu-ibu. Aku tak mengenali mereka satu per satu, bahkan aku tak tahu namanya. Ah, tapi apalah pentingnya ku tahu, toh ya mereka hanya di mimpi, bunga tidur.
Menjelang subuh, aku sudah hampir saja lupa semua kejadian aneh itu. Tapi saat menuju toilet, Deg! Bak air kembali kosong. Lagi-lagi aku benci suasana ini. Runtutan keanehan selama semalam spontan terputar dalam memoriku. Merinding, sumpah! Dadaku sesak, nafasku semakin cepat. Tanganku gemetar. Kaki ini seolah begitu kaku digerakkan. Aku ingin lari, tapi tak bisa. Seperti ada mata yang mengawasi gerak-gerikku. Seperti ada tawa terpingkal-pingkal melihat ketakutanku. Cepat-cepat aku kembali ke kamar. Berharap tak kutemui kejadian aneh kembali. Tapi harap itu kosong belaka. Kali ini aku sangat shock, melihat tempat tidurku telah rapi, padahal tadi sangat berantakan. Oh, Siapa pelaku semua ini?. Tubuhku lemas, inginku menjerit, tapi tak ada suara yang keluar. bibirku kelu, tanganku gemetaran, kepalaku serasa begitu berat. Semuanya gelap.
Lebay mungkin menurutmu teman. Ini memang kali pertama aku mengalaminya.
Malam-malam selanjutnya aku mulai terbiasa dengan keanehan-keanehan itu. Aku mulai akrab dengan keberadaan orang-orang yang mengajakku kenalan dalam mimpi waktu itu. Ternyata tiga orang itu penghuni kos ini juga. Takut? Sangat! Tapi aku mulai terbiasa mengendalikan ketakutan itu. Bahkan aku sampai bisa 'niteni' kapan bak air akan tiba-tiba habis. Tiap malam minggu akhir bulan, bahkan pernah dalam satu malam itu aku isi penuh sampai tiga kali. Ternyata mereka tak mau kalah malming-an ya. Hahahaaa, hiburku pada ketakutanku.
Peristiwa-peristiwa aneh itu hanya terjadi tiap aku sendiri. Mungkin mereka kasihan melihatku kesepian, itu sebabnya mereka selalu menemani kesendirianku, tanpa kuminta. Yah, positive thinking sajalah.
Malam minggu, sekitar jam 8, aku sedang asyik melihat film kartun d MNCTV. Tengah-tengah aku tertawa terpingkal-pingkal, tiba-tiba TV itu pindah ke SCTV, sinetron. Hello? Remotenya sedang rusak. Tak ada yang mencet-mencet tombol TV. Siapa sih yang ngganggu-ngganggu. Oh, jangan-jangan dia datang lagi!. Huh.
Aku hendak beranjak ke kamar, tapi tubuhku serasa berat. Tiba-tiba tangan kiriku seperti terkena es, sangat dingin, seolah menahanku agar tetap duduk. Calm down Lina! Jangan panik. Akhirnya aku berani-beranikan tetap di tempat. Seolah ikut menikmati sinetron tersebut. Sebentar kemudian, tetap dengan sendirinya TV itu beralih k RCTI, lagi-lagi sinetron. Begitu berkali-kali, SCTV-RCTI, hingga sinetron itu selesai. Baru TV kembali normal. Tak pindah-pindah sendiri. Sempat tak habis pikir, ternyata mereka ada yang suka sinetron.
Lama-lama aku tak betah dengan mereka. Semua saran dari orang-orang yang tahu cerita ini telah kulakukan untuk mengusirnya, agar tak terus-terusan menggangguku. Tapi nihil, tak ada hasil. Hingga kuputuskan pindah kos.
Anehnya selalu saja ada barangku yang ketinggalan disana. Saat aku kembali mengambil barang itu, besoknya aku baru sadar pasti ada lagi yang tertinggal. Begitu seterusnya. Sudah 6 kali aku kembali hanya untuk mengambil barang-barangku yang tertinggal. Tapi masih ada saja barangku disana. Mungkin mereka tak mengijinkanku pergi.
Anehnya lagi, sempat ku dengar cerita anak kos yang lain, katanya semalam ada yang menggedor-nggedor pintu bekas kamarku. Tapi tak ada orang. Secara berkala pula, mereka sering saat tidur ''ktindihan''. Bahkan tiap malam pasti ada yang mimpi buruk, pasti ada yang ''ktindihan''.
Oh,,, apa aku salah pindah kos? Apa teman-teman dari dunia lain itu marah sampai mereka mengganggu anak kos yang lain? Ah, tau lah! Aku lelah! Biarlah, aku tak mau ikut-ikutan lagi. Terimakasih sudah menemaniku. Untuk teman-teman kosku maaf aku meninggalkan mereka yang mungkin sedang ingin mencari teman... Selamat menikmati ya, hahaaaa.... :)
Vocab:
Mas po=mas pocong
Mas po cs=tante kunti (kuntilanak), mbak sun (sundel bolong), dkk wes pokoknya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar