Jumat, 23 November 2012

Kamu Sakit? Berbahagialah... ^_^


Setiap orang pasti pernah atau akan mengalami sakit, baik sakit ringan maupun sakit berat. Berbeda orang berbeda pula sikapnya dalam menghadapi sakit. Tak sedikit yang merasakan sakit sebagai penderitaan. Namun, sebenarnya dibalik sakit itu terdapat banyak hikmah bagi siapa yang mau memikirkannya, diantaranya:
  • Menghapus dosa.
Allah Ta'ala berfirman, “Apa saja musibah yang menimpa kamu maka disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).” (QS asy Syura: 30)
Rasulullah Saw bersabda:
  1. ”Tidak ada penyakit, kesedihan dan bahaya yang menimpa seorang mukmin hinggga duri yang menusuknya melainkan Allah akan mengampuni kesalahan-kesalahannya dengan semua itu.” (HR. Bukhari)
  2. "Apabila seorang beriman merasakan sakit, maka Allah membersihkannya dari segala dosa sebagaimana tukang pandai membersihkan karat besi." [HR Thabari 5351] Shohih
  3. “Tidaklah seorang Muslim tertimpa suatu penyakit dan sejenisnya, melainkan Allah akan menggugurkan bersama dosa-dosanya, seperti pohon yang menggugurkan daun-daunnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
  • Allah dekat dengan orang sakit
Dalam hadits qudsi Allah berfirman: ”Wahai manusia, si fulan hamba-Ku sakit dan engkau tidak membesuknya. Ingatlah seandainya engkau membesuknya niscaya engkau mendapati-Ku di sisinya.” (HR Muslim dari Abu Hurairah)
  • Tetap mendapatkan pahala dari amal kebaikan yang biasa dilakukannya di waktu sehat.

Senin, 19 November 2012

Love


7 Agustus 2007
Butuh tiga detik menjatuhcintainya. Awalnya aku tak yakin apakah ini benar-benar cinta. Namun, dirinya selalu terpikirkan olehku dan selalu ada kegugupan saat bertemu. Mungkin aneh atau bahkan tidak pantas aku menyukainya, mengingat usia kami yang terpaut 11 tahun.
Dia seorang guru dari sekolah lain, pertemuan pertama saat dia menjadi official dari salah satu cabang perlombaan dalam PORSENI JATIM 2007. Kami bertemu saat dia mencari muridnya yang kebetulan waktu itu sekamar denganku. Seperti dalam sinetron-sinetron, tak sengaja aku bertabrakan dengannya dan entah mengapa saat aku menatapnya aku merasa sangat-sangat gugup, nafasku sangat-sangat sesak, perutku seperti sakit, dan tiba-tiba spontan aku lari menjauhinya, ada semacam ketakutan yang berbaur dengan suatu rasa yang sulit aku menjelaskannya, tetapi aku sangat bahagia. Hash, kuno banget sih ceritaku…

Rabu, 10 Oktober 2012

Tuhan Telah Memeluk Impianku



Terik mentari begitu menyengat. Aku mempercepat langkah, segera menaiki bus patas Surabaya-Malang. Kulihat seisi bus, sudah lumayan penuh. Jadi aku tak perlu menunggu lama. Aku memilih duduk di sisi jendela, tempat favoritku. Aku bisa bersandar, bisa bebas melihat jalan-jalan disampingku tanpa terhalang penumpang lain. Saat kupandang keluar Mrs. Eliza dan kedua anaknya masih tetap berdiri di luar, melambaikan tangannya, tersenyum padaku.
            “Reach your dream…”1, teriaknya yang terdengar samar-samar ditengah kebisingan penumpang dan beberapa penjual yang bersorak menyuarakan dagangannya. Aku hanya mengangguk dan membalas lambaian tangannya seraya tersenyum.
           

Senin, 20 Februari 2012

Han**


Bagaimana rasanya bila kamu di ikuti sahabat dari dunia lain? 
Bagaimana rasanya bila dia senantiasa menemanimu saat kamu sendiri?. 

Pertama aku tak yakin dengan keberadaannya. Masak sih di kota metropolitan Surabaya masih saja ada mas po cs, iya kalau di desaku, masih penuh kemistikan. 
Berawal dari kos pertamaku, kesan pertama nyaman, kos ini memang tak begitu besar, hanya ada 5 kamar, ibu kosnya begitu ramah, kos termurah pula, siapa sih yang tak tertarik dengan kos ini. Awalnya aku sudah sangat yakin akan kos disini sampai lulus, 4 tahun. Tapi episode demi episode yang kulalui di kos ini mengubah rencanaku. 

Senin, 13 Februari 2012

balada cinta

Lagi-lagi terjerat asmara,
Lagi-lagi hanya bercumbu dengan fatamorgana,
Lagi-lagi lara mendera sblm lenyap luka lama,
Lagi-lagi terpasung dalam ketakpastian cinta,
Tapi aku bukan ''Laila''
Yang lagi-lagi tersiksa oleh knikmatan cinta,
Yang lagi-lagi terjerat rantai-rantai kerinduan pada ''si gila, Qays'' kekasihnya
Yang lagi-lagi begitu merana karena kesetiaanya dalam bercinta,
Bukan ku tak percaya Janji setiamu yang kan menjadikanku nyata
Realitanya memang semu, suatu ketakpastian belaka,
Biarlah egois kau kata,
1 yang pasti hanya cinta sang pencipta cinta,
Biarlah Dia yang melabuhkn hati ini d persinggahan hambanya, entah siapa, 
Tak usahlah galau karena cinta,
Sang pencipta cinta lebih tahu siapa dan saat yang tepat untuk kamu bersua dengannya...