Rubrik
Senin, 02 September 2013
Sabtu, 31 Agustus 2013
Pernikahan
Waktu kecil, aku berpikir
akan menikah di usia 25 tahun ke atas. Namun, saat aku mulai menyukai
seseorang, rasanya aku sangat ingin segera menikah, lupa dengan target usia
nikah waktu kecil. Apalagi melihat orang-orang yang nikah muda tetapi sukses,
misalnya saja Ahmad Rifai Rifan, seorang penulis. Tetapi disisi lain jika
melihat teman seusiaku menikah tetapi usia pernikahannya tak sampai setahun
sudah berantakan, bercerai, jadi terselip rasa takut di hati. Semakin berpikir
tentang nikah, aku sadar, bukan target usia yang penting, melainkan “kesiapan”.
Siap menikah, siap menjalankan kewajiban sebagai istri dan ibu. Dan kesiapan
tersebut tentu tak sesimple itu.
Pernikahan bukan sesuatu
yang sepele. Pernikahan tak melulu bicara akan sastra selangkangan, reproduksi,
berkasih-kasih suami istri. Menikah tak semata-mata menghalalkan dan meresmikan
hubungan di mata agama maupun hukum. Menikah bukan sesuatu yang instan bak
sulapan, sim salabim abra kadabra.
Jumat, 09 Agustus 2013
Diam bukan sebab tak berjodoh
Kata orang kau akan menyesal jika
tidak pernah mengungkapkan perasaanmu pada si dia. Ah tapi aku tak peduli,
karena seasik-asiknya menyukai seseorang memang dengan diam-diam. Tidak
percayakah? Ya terserah, karena memang opini orang berbeda-beda. Yuk simak
opiniku, J
Berkali-kali aku menyukai seseorang,
dan berkali-kali itu kusembunyikan perasaanku. Anehnya orang-orang yang kusukai
itu lebih tua dariku, sekitar 6 tahunan ke atas, kecuali 1 yang lebih muda
dariku beberapa bulan, hehe :D
Kusadari, aku memang tipe-tipe wanita
yang mudah menyukai lelaki, tetapi sebenarnya aku tidak mudah melupakan. Aku
akan mulai bisa melupakan saat aku menemukan seseorang lainnya yang kusuka.
Senin, 29 Juli 2013
Repost catatan pesbuk, about my parent
gejala merindu memang bermacam-macam, mulai dari menangisi yang dirindu, pandangi poto-potonya, terus baca tulisan-tulisanku sendiri tentangnya, dan nemu tulisan dibawah ini yg sebelumnya juga pernah saya posting di pesbuk juga 3 tahun yang lalu, semakin menjadi tangisku setelah baca ini,
12 April 2010 pukul 9:42
Entahlah mengapa
tiba-tiba ingin ku menulis ini, entah penting atau tidak, dibaca atau tidak,
EGP! Aku tetap ingin menulis apa yang ada di benakku sekarang.
Detik ini, saat
aku tengah asyik berkutat di depan virtual world, tiba-tiba airmataku menitik!
Entah mengapa, aku merasakan kangen yang begitu dahsyat pada ibu dan ayah.
Kangen sekangen-kangennya. Aku ingin bertemu dengan kedua orang terbaik yang
kumiliki. Rindu kali ini beda dengan rindu-rinduku biasanya.
Sabtu, 29 Juni 2013
Kata mereka aku PHP...
Mungkin aku wanita terjahat. Hmm, bukan mungkin lagi sih, tapi memang benar adanya aku jahat. Bahkan temanku sudah berkali-kali mengingatkan atas kejahatan ini.
Andaikan ada undang-undang cinta, ada hukum cinta, ada aparat penegak hukum cinta, mungkin aku sudah menjadi penghuni bui cinta yang terasingkan di balik pulau Nusakambangan sebagai pelaku kriminal PHP kelas kakap. PHP, Pemberi Harapan palsu, hmmmmm…
Langganan:
Komentar (Atom)