Senin, 02 September 2013

Bersyukur dan Sabar

Dalam sebuah riwayat yang diungkapkan Ash-Shabuni, alkisah, ada seorang badui yang jelek, pendek, hitam, bisa menikahi seorang wanita yang parasnya sangat-sangat cantik. Pada suatu hari, saat lelaki itu sedang memandangi istrinya sambil tak pernah lupa memanjatkan hamdalah, sang istri kemudian berkata, “aku yakin, nanti kita akan bersama-sama lagi di surga, insyaAllah”. Lelaki tersebut terheran-heran dengan perkataan istrinya, bagaimana bisa dia begitu yakin akan masuk surga bersama. Masih dengan penuh keyakinan, istrinya menjawab “Iya, karena engkau selalu bersyukur dianugrahi istri sepertiku, dan aku selalu bersabar mempunyai suami sepertimu, bukankah orang yang bersyukur dan bersabar akan masuk surga”. Dan kenyataannya, suami-istri tersebut memang masuk surga.

Sabtu, 31 Agustus 2013

Pernikahan

Waktu kecil, aku berpikir akan menikah di usia 25 tahun ke atas. Namun, saat aku mulai menyukai seseorang, rasanya aku sangat ingin segera menikah, lupa dengan target usia nikah waktu kecil. Apalagi melihat orang-orang yang nikah muda tetapi sukses, misalnya saja Ahmad Rifai Rifan, seorang penulis. Tetapi disisi lain jika melihat teman seusiaku menikah tetapi usia pernikahannya tak sampai setahun sudah berantakan, bercerai, jadi terselip rasa takut di hati. Semakin berpikir tentang nikah, aku sadar, bukan target usia yang penting, melainkan “kesiapan”. Siap menikah, siap menjalankan kewajiban sebagai istri dan ibu. Dan kesiapan tersebut tentu tak sesimple itu.
Pernikahan bukan sesuatu yang sepele. Pernikahan tak melulu bicara akan sastra selangkangan, reproduksi, berkasih-kasih suami istri. Menikah tak semata-mata menghalalkan dan meresmikan hubungan di mata agama maupun hukum. Menikah bukan sesuatu yang instan bak sulapan, sim salabim abra kadabra.

Jumat, 09 Agustus 2013

Diam bukan sebab tak berjodoh

Kata orang kau akan menyesal jika tidak pernah mengungkapkan perasaanmu pada si dia. Ah tapi aku tak peduli, karena seasik-asiknya menyukai seseorang memang dengan diam-diam. Tidak percayakah? Ya terserah, karena memang opini orang berbeda-beda. Yuk simak opiniku, J
Berkali-kali aku menyukai seseorang, dan berkali-kali itu kusembunyikan perasaanku. Anehnya orang-orang yang kusukai itu lebih tua dariku, sekitar 6 tahunan ke atas, kecuali 1 yang lebih muda dariku beberapa bulan, hehe :D
Kusadari, aku memang tipe-tipe wanita yang mudah menyukai lelaki, tetapi sebenarnya aku tidak mudah melupakan. Aku akan mulai bisa melupakan saat aku menemukan seseorang lainnya yang kusuka.

Senin, 29 Juli 2013

Repost catatan pesbuk, about my parent


gejala merindu memang bermacam-macam, mulai dari menangisi yang dirindu, pandangi poto-potonya, terus baca tulisan-tulisanku sendiri tentangnya, dan nemu tulisan dibawah ini yg sebelumnya juga pernah saya posting di pesbuk juga 3 tahun yang lalu, semakin menjadi tangisku setelah baca ini,


12 April 2010 pukul 9:42
Entahlah mengapa tiba-tiba ingin ku menulis ini, entah penting atau tidak, dibaca atau tidak, EGP! Aku tetap ingin menulis apa yang ada di benakku sekarang.
Detik ini, saat aku tengah asyik berkutat di depan virtual world, tiba-tiba airmataku menitik! Entah mengapa, aku merasakan kangen yang begitu dahsyat pada ibu dan ayah. Kangen sekangen-kangennya. Aku ingin bertemu dengan kedua orang terbaik yang kumiliki. Rindu kali ini beda dengan rindu-rinduku biasanya.

Sabtu, 29 Juni 2013

Kata mereka aku PHP...

Mungkin aku wanita terjahat. Hmm, bukan mungkin lagi sih, tapi memang benar adanya aku jahat. Bahkan temanku sudah berkali-kali mengingatkan atas kejahatan ini.

Andaikan ada undang-undang cinta, ada hukum cinta, ada aparat penegak hukum cinta, mungkin aku sudah menjadi penghuni bui cinta yang terasingkan di balik pulau Nusakambangan sebagai pelaku kriminal PHP kelas kakap. PHP, Pemberi Harapan palsu, hmmmmm…