Mungkin aku wanita terjahat. Hmm, bukan mungkin lagi sih, tapi memang benar adanya aku jahat. Bahkan temanku sudah berkali-kali mengingatkan atas kejahatan ini.
Andaikan ada undang-undang cinta, ada hukum cinta, ada aparat penegak hukum cinta, mungkin aku sudah menjadi penghuni bui cinta yang terasingkan di balik pulau Nusakambangan sebagai pelaku kriminal PHP kelas kakap. PHP, Pemberi Harapan palsu, hmmmmm…
Katanya menjadi korban PHP itu jauh lebih menyakitkan daripada korban PHK. Ya, bagaimana tidak, korban PHP secara tak langsung membunuh dirinya sendiri atas titah tersirat orang yang dicintainya sendiri. Tragis memang nasib korban PHP, tak sedikit yang jatuh sakit tak kunjung bangkit, yang stress tak kunjung waras, yang bak mayat berjalan tapi tak kunjung tamat riwayat, yang mati bunuh diri dan terhina oleh masyarakat. Ngeri membayangkan sebagai korban PHP.
Ah, tapi bukankah katanya aku adalah sang pelaku PHP? Mengapa harus ngeri membayangkan korban-korbanku? Bukan maksudku pula menjadikan mereka korbanku, toh mereka sendiri yang merasa aku memberi harapan, padahal aku hanya menerima kebaikan mereka yang kukira tulus, padahal aku hanya mencoba berbuat baik dengan membalas kebaikan mereka dengan penuh tulus, padahal aku hanya bersikap sewajarnya pada mereka selayaknya mereka sahabat-sahabatku, padahal aku tak juga memusuhi mereka atau membalas kebaikan mereka secara berlebihan, sikapku masih wajar, salah apa aku hingga divonis sebagai pelaku PHP? Hahahaaa, inilah salah satu paradoks dalam dunia percintaan, :D
Hmmm, tapi benarkah aku salah? Kata temanku seharusnya aku bersikap tegas pada mereka dengan tak menganggap kebaikannya, dengan tak memperdulikannya, itu sebagai cara menunjukkan penolakanku. Tapi, kalau dipikir-pikir lagi, kurang tegas gimana lagi ya? toh sudah dari awal pasti kusampaikan aku tak bisa menerima cintanya.
Jadi, sekali lagi, kalau mereka merasa menjadi korban PHPku, simple saja, maaf aku tak merasa menjadi pelaku PHP atasnya, Egois? Emang gua pikirin? Hahaha… :P
Lalu, buat kalian yang tak tahu-menahu, jangan asal tuduh aku sebagai pelaku PHP, cari bukti dulu, mana korbanku? Lalu tanyakan padanya, apakah dia benar-benar telah menjadi korban PHPku? kalau iya, aku siap disidang dikursi panas sebagai terdakwa. Tapi kalau tak ada bukti ya jangan main tuduh sembarangan...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar